Menu Tutup

Perbedaan Sistem Bisnis Afiliasi, Reseller, Dropship, Dan Marketplace

Banyak sekali sistem bisnis dan pemasaran yang dapat Anda temukan di internet, seperti sistem afiliasi, reseller, viral, refferal, hingga sistem dropship dan marketplace yang saat ini paling populer. Namun kami akan kerucutkan lagi pembahasannya pada 4 sistem yang saat ini paling ramai, paling populer, dan paling banyak digunakan, yaitu sistem bisnis afiliasi, reseller, dropship, marketplace.

Baik, langsung kita ulas satu persatu ya… 🙂

SISTEM BISNIS AFILIASI

Sistem bisnis afiliasi merupakan bisnis yang memberikan kesempatan kepada orang lain untuk ikut memasarkan produk/jasa tertentu dengan imbalan komisi yang telah ditentukan tanpa harus membeli terlebih dahulu produk/jasa yang dipasarkannya tersebut.

Anda pun tidak perlu repot2 untuk stok barang, packing barang, dan tidak perlu repot mengirimkannya ke alamat pemesan…semua dilakukan oleh penyelenggara program bisnis afiliasi. Hanya saja memang di produk pesanan nanti nama yang tercantum sebagai pengirimnya tentu saja nama penyelenggara bisnis afiliasi tersebut, bukan nama Anda. Karena tugas Anda sebagai mitra afiliasi hanya menyebarkan promosi sesuai arahan mereka saja.

Besarnya imbalan komisi biasanya telah ditentukan oleh pemilik barang/jasa, baik berupa prosentase dari harga jual barang/jasa maupun langsung dengan menentukan jumlah nominal tertentu. Begitupun nilai nominal komisi yang dapat dicairkan/ditarik ke rekening milik mitra bisnis afiliasi juga telah ditentukan, misalkan setelah terakumulasi minimal Rp.50.000,-. Ada juga yang menerapkan pencairan komisi minimal Rp.10.000,-.

Untuk dapat ikut memasarkan produk/jasa dengan sistem afiliasi ini seseorang harus mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan semacam ID user atau kode khusus tertentu. ID user atau kode khusus tersebut nantinya dapat digunakan untuk menjaring calon konsumen melalui link url khusus yang disertai ID user/kode milik masing2 mitra afiliasi. Kebanyakan pendaftaran menjadi mitra bisnis afiliasi ini gratis alias gak perlu bayar.

Contoh link url bisnis afiliasi:
www.kacang-goreng.com/?ocha. Nah kata ocha yang dicetak tebal miring itulah ID user atau kode khusus milik mitra afiliasi yang bernama Ocha. Sehingga ketika terjadi penjualan melalui link tersebut, maka yang mendapatkan komisinya adalah si Ocha tersebut.

Kalau Anda lupa mencantumkan ID user atau kode milik Anda, maka itu sama dengan Anda mempromosikan produk/jasa sang pemilik atau penyelenggara bisnis afiliasi tersebut secara gratis/cuma2… 😀

Salah satu solusinya yang termurah adalah Anda harus menggunakan penyingkat URL semacam bit.y agar Anda tidak sering kelupaan ataupun agar orang lain tidak bisa leluasa melihat link web asli bisnis afiliasi yang Anda promosikan. Mengenai penyingkay URL ini nanti akan kita bahas pada materi artikel berikutnya yaa… 🙂

SISTEM BISNIS RESELLER

Sistem bisnis Reseller ini pada dasarnya sama dengan sistem bisnis afiliasi, baik cara kerja maupun cara mendapatkan komisinya. hanya saja untuk dapat menjadi mitra reseller ini tidaklah gratis. Untuk bisa menjadi mitra bisnis reseller Anda harus membeli/produk/jasa/Keanggotaan dari penyelenggara bisnis tersebut terlebih dahulu.

Lebih jelasnya, inilah perbedaan bisnis afiliasi dengan bisnis reseller:

  1. Bisnis afiliasi gratis tanpa harus beli produk/jasanya terlebih dahulu, sedangkan bisnis reseller harus beli produk/jasanya terlebih dahulu.
  2. Bisnis afiliasi biasanya hanya bisa dijalankan secara online saja, sedangkan bisnis reseller bisa dijalankan secara online maupun offline kalau ada bentuk fisiknya.

SISTEM BISNIS DROPSHIP

Sistem Bisnis Dropship ini pun pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan sistem bisnis afiliasi & bisnis reseller, makelaran juga. Hanya yang membedakan adalah penyelenggara bisnis ini menjanjikan bahwa produk yang dikirim ke pemesan itu nantinya pengirimnya adalah atas nama Anda sebagai penjualnya.

Namun fakta di lapangan ternyata banyak juga para penyelenggara bisnis dropship ini yang berlaku curang, yaitu tidak mencantumkan mitra dropshipernya sebagai nama penjualnya namun langsung mencantumkan nama & kontak mereka di kemasan produk yang dikirimkan. Akibatknya banyak dropshiper yang terus-terusan mencari pelanggan baru karena banyak pelanggannya yang memilih “loncat” langsung ke pemilik penyelenggara bisnis dropship peada pembelian berikutnya.

Untuk menjadi mitra bisnis dropship ini bisa gratis bisa juga berbayar, tergantung dari kebijakan atau ketentuan penyelenggaranya. Namun belakangan banyak penyelenggara dropship yang menggratiskan untuk menjadi mitra dropshiper mereka, terutama dari para penyelenggara dropship yang hanya menggantungkan fasilitas media sosial amaupun grup chat online sebagai base camp & sarana komunikasi mereka…Di sinilah banyak dimulai kesemrawutan tanpa pengaturan sistem yang jelas terjadi antara mereka… 😀

Ngopi siang dulu yaaaa….nanti diteruskan lagiiii…. 😀

Still Update Real Time… 🙂

Posted in Artikel, Bisnis Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat